Selasa, 05 November 2013

Menduga Adanya Aroma “ Perselingkuhan” Antara Bunda Putri dan SBY

Menduga Adanya Aroma “ Perselingkuhan” 
Antara Bunda Putri dan SBY

Oleh : M Alinapiah Simbolon


Pemberitaan dan hiruk pikuk terkait Bunda Putri yang punya hubungan sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagaimana dilontarkan oleh Mantan Presiden PKS Lufti Hasan Ishak (LHI), kini sudah senyap. Siapa sebenarnya Bunda Putri belum jelas terjawab. Adanya hubungan sangat dekat Bunda Putri dan SBY yang ditudingkan LHI tetap menjadi aroma tak sedap dan tetap diselebungi oleh ketidakjelasan.
“Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan SBY, dan Bunda Putri sangat tahu informasi mengenai kebijakan resuufle cabinet”> Itulah ungkapan yang dilontarkan LHI, terdakwa Kasus Dugaan Suap Kuota Daging Sapi Impor, yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), saat bersaksi di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Ahmad Fathanah terkait Kasus Dugaan Suap Kuota Daging Sapi Impor.

Sosok Bunda Putri sebelumnya terungkap dalam rekaman percakapan antara LHI, Ridwan Hakim dan Bunda Putri yang disadap KPK Januari 2013. Bunda Putri digambarkan sebagai sosok penting yang bisa mempengaruhi para pengambil kebijakan. Bunda Putri bisa memindahkan para pejabat di kementerian, bahkan, dalam percakapan, bisa membuat lurah pusing.

Terlepas Lufti Hasan Ishak (LHI) berbohong atau tidak, yang pasti ocehannya soal kedekatan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Bunda Putri telah membuat SBY marah besar.  SBY sangat reaktif, sampai-sampai SBY terlihat sangat emosional setelah mendapatkan informasi dari stafnya saat baru mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis malam (10-10-2013), setelah melakukan lawatan dari Brunei Darussalam.

Informasinya, saat itu juga SBY langsung mencari tahu siapa Bunda Putri. Selama tiga puluh menit SBY meminta informasi dari berbagai pihak. Mulai dari Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabiner Dipo Alam, Sekretaris Pribadi, hingga keluarga. Konon katanya tak ada yang mengaku kenal. Kabarnya informasi juga dikorek dari Menteri Pertanian Suswono dan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan. Dari keduanya didapat info Bunda Putri adalah isteri salah satu dari pejabat Kementerian Pertanian.

Selanjutnya dalam pernyataannya saat temu pers SBY, dengan nada tinggi SBY membantah kenal dengan Bunda Putri. "Bunda Putri orang yang sangat dekat dengan Presiden. 1.000 persen Luthfi bohong. Saya tidak tahu, saya tidak kenal, dan tidak ada kaitan dengan saya," bantah SBY saat jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara.  Kemarahan SBY ditindaklanjuti dengan menginstruksikan kepada aparat terkait untuk mengumpulkan informasi mengenai sosok Bunda Putri, yang nantinya akan diungkap ke publik siapa sebenarnya sosok Bunda Putri

Ada pengakuan yang mengatakan Bunda Putri adalah seorang pengusaha. Bunda Putri disebut isteri dari Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Hasabuddin Ibrahim alias Odeng. Bahkan diinformasikan Bunda Putri adalah putrid salah satu pendiri Golkar. Untuk sementara belum ada kepastian siapa sebenarnya Bunda Putri, kendati soal Bunda Putri senpat menjadi berita aktual. Foto Bunda Putri berdampingan dengan sejumlah pejabat terus beredardi dunia maya dan jadi konsumsi publik melalui media. Herannya sejumlah pejabat dan mantan pejabat yang ada fotonya beredar bersama Bunda Putri, terutama pejabat yang dekat dengan SBY mengaku tak kenal dengan Bunda Putri. Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam langsung membantah kenal dengan Bunda Putri pasca fotonya berdua dengan Bunda Putri beredar, termasuk  Menteri Perdagangan Gita Wiryawan. Begitu juga mantan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini menjabat Ketua Umum Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso, juga mengaku tak kenal dengan Bunda Putri dengan alasan klasik yaitu lupa karena fotonya sudah lama.

Yang terang-terangan mengaku kenal dengan Bunda Putri adalah pejabat dari PKS. Hilmi Imanuddin (Ketua Dewan Syuro PKS). Saat menjadi saksi dipersidangan Kasus Korupsi Dugaan Suap Kuota Daging Sapi Impor dengan terdakwa LHI (21-10-2013), Hilmi mengaku kenal dengan Bunda Putri, dan mengenalnya dengan sebutan Non Saputri. Dan diakui Hilmi bahwa dialah memperkenalkan Bunda Putri dengan LHI dan juga kepada putranya Ridwan Hakim. Menurut Hilmi Bunda Putri suka menceritakan banyak hal kepadanya. Salah satunya soal reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu. Pengakuan Hilmi bahwa hubungannya dengan Bunda Saputri masih berlanjut hingga saat ini, dan dikatakannya Bunda Putri adalah pengusaha senior di Jawa Barat.

Menteri Pertanian Suswono yang juga kader PKS, terus terang mengaku kenal dengan Bunda Putri. Juga saat diperiksa sebagai saksi dalam Kasus Dugaan Suap Kuota Daging Sapi Impor bahkan Suswono mengaku pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah Jakarta Selatan, meskipun pengakuannya mendatangai rumah Bunda Putri hanya untuk menanyakan soal adik Wakil Presiden RI Boediono yang pernah dilihatnya bersama Bunda Putri di Kalimantan (foto Bunda Putri dan adik Boedion, Tury Iswari beredar juga di dunia maya). Suswono juga mengakui bahwa Bunda Putri yang diketahuinya sebagai seorang pengusaha dan pemilik pabrik pupuk di Kalimantan Barat. Dan dia Suswono juga pernah mengakui kalau dia pernah mengunjungi pabrik pupuk organik milik Bunda Putri tesebut. Selain itu Suswono sebelumnya juga mengakui pernah melihat Bunda Putri hadir dalam acara PKK dalam rangka Hari Keluarga Nasional yang dihadiri Presiden SBY.

Ridwan Hakim (putra Hilmi Imanuddin) juga mengakui kenal dengan sosok Bunda Putri. Menurut Ridwan, Bunda Putri adalah seorang mentor bisnisnya. Saat Fathanah ditangkap, Ridwan Hakim tengah berada di rumah Bunda Putri, dan saat itu Bunda Putri meminta kepadanya untuk menyambungkan telepon kepada LHI untuk menanyakan soal duduk perkara penangkapan tersebut. Informasinya LHI juga datang ke rumah Bunda Putri setelah mendapat kabar Ahmad Fathabah ditangkap KPK. Tujuan LHI datang ke rumah Bunda Putri untuk menanyakan kebijakan reshuffle cabinet oleh SBY, karena dia khawatir penangkapan oleh KPK bermuatan politis dan hanya untuk menggeser Menteri PKS.

Mantan Menpora yang juga mantan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Malaranggeng yang sebelumnya merupakan orang dekat SBY, fotonya juga bersama dengan Bunda Putri ikut beredar di dunia maya. Ada dua foto Andi dengan wanita yang diduga Bunda Putri. Pertama ketika Andi sedang bermain catur dan Bunda Putri berdiri dibelakang melihat Andi. Dan foto yang kedua, Andi yang diapit isterinya dan wanita yang diduga Bunda Putri.

Andi malaranggeng tampaknya tak membantah tak mengenal Bunda Putri. Namunmelalui adik Andi yaitu Andi Zulkarnaen Malaranggeng alias Cheol, mengakui keluarga besarnya mengenal Bunda Putri. Namun dia sendiri mengaku lupa dengan nama asli Bunda Putri. Sementara itu, seorang kerabat Bunda Putri yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Andi Malaranggeng pernah datang ke rumah Bunda Putri di Desa Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Bantahan  SBY yang mengaku tak mengenal Bunda Putri, sepertinya juga tak bisa dipercaya sepenuhnya. Kendati pihak kepolisian mengklaim sudah mengetahu sosok Bunda Putri, namun SBY melaui Staf Khusu Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga (Senin, 22-10-2013) dengan tegas mengatakan bahwa pihak kantor presiden tidak akan mengungkap siapa sebenarnya sosok Bunda Putri ke public. Anehnya Daniel berdalih seolah-olah presiden tak pernah berjanji akan mengungkapkan sosok Bunda Putri ke public. Dikatakannya bahwa instruksi presiden kepada aparat terkait untuk mengumpulkan informasi soal sosok Bunda Putri sepenuhnya untuk keperluan internal lingkaran presiden.

Keputusan SBY via pihak istana yang memastikan tak akan mengungkap sosok Bunda Putri ke public menjadi ironi plus tanda tanya besar, mengingat awalnya SBY begitu sewot setelah mengetahi dituding LHI punya hubungan dekat dengan Bunda Putri, dan berjanji akan mengungkapnya ke publik. Tak diungkapnya sosok Bunda Putri oleh SBY memastikan bhawa publik tetap bingung soal benar tidaknya sosok Bunda Putri yang punya hubungan sangat dekat dengan SBY. Selain menilai  tak konsekwen dengan tidak mengungkap sosok Bunda Putri, wajar pula kemudian lebih dominan public berpikir tendensius dan cendengan mencurigai atau menduga kuat Bunda Putri punya hubungan sangat dekat dengan SBY sebagai yang ditudingkan LHI. Pembenaran tuduhan LHI tentang hungan dekat Bunda Putri dengan SBY akan termemori karena tak ada kejelasan soal sosok Bunda Putri.

Dengan kondisi tak ada kejelasan soal sosok Bunda Putri dari pihak SBY, maka indicator (sejumlah pengakuan dan foto-foto Bunda Putri bersama sejumlah pejabat dan mantan pejabat tinggi di negeri ini) tuduhan Bunda Putri adalah sosok yang berpengaruh dan punya hubungan sangat dekat dengan SBY, akhirnya dianggap sebagai petunjuk kea rah pembenaran.

Tentu tak bisa diterima akal, Dipo Alam, Gita Giryawan,t ermasuk Sutiyoso dan sejumlah pejabat yang beredar fotonya bersama Bunda Putri, mengaku tak mengenal Bunda Putri. Rasanya tak masuk akal jika seorang Menteri bisa berfoto dengan orang tak dikenal dan tak masuk akal pula orang biasa atau orang yang tak berpengaruh bisa berfoto dengan sejumlah menteri atau pejabat tinggi.

Beredarnya foto Bunda Putri bersama sejumlah menteri dan mantan pejabat tinggi (yang saat berfoto dipastikan masih jadi pejabat), ditambah lagi adanya pengakuan kalau Bunda Putri pernah dikunjungi pejabat tinggi di kediamannya, justru menguatkan dugaan penalaran bahwa Bunda Putri adalah orang yang berpengaruh dan dekat dengan pusat kekuasaan dalan hal ini dengan Presiden SBY. Kendati tak bisa dibuktikan secara formil, bahw aBunda Putri orang yang sangat dekat dengan SBY, namun wajar munculberagam rasa curiga yang kuat kalau Bunda Putri memang Bunda Putri sangat dekat dengan SBY. Pengertian sangat dekat bisa saja punya hubungan khusus (special). Wajar pula jika dinilai SBY bersandiwara pura-pura marah saat mengetahui LHI mengungkapkan adanya huubungan sangat dekat antara Bunda Putri dengan dirinya. Sejumlah kalanganpun mencurigai kebenaran bantahan SBY atas ungkapan LHI soal hubungan SBY dengan Bunda Putri.

Jika SBY memang benar-benar tak ada hubungan dengan Bunda Putri, tentu SBY harus mengungkapkan sosok Bunda Putri ke public. Dapat dipastikan, sedikitpun tak ada bebab SBY untuk mengunkapkannya jika memang benar-benar tak ada hubungannya dengan Bunda Putri. Sangat mengherankan kenapa seorang SBY yang berkapasitas sebagai pemimpin tertinggi di republik ini, rela nama baiknya tercemar oleh tudingan LHI tanpa ada pembuktian. Padahal, karena menyangkut nama baik SBY sebagai presiden dan sebagai pribadi, sepantasnya tudingan LSH itu di clearkan oleh SBY sampai tuntas. Sebab sudah dipastikan dengan tak diungkapnya sosok Bunda Putri, maka SBY akan tetap jadi sasaran penilaian negatif oleh publik dan tuduhan LHI dianggap menjadi kebenaran.

Konsekwensi dari tak diungkapnya sosok Bunda Putri, yakni SBY harus bisa terima jika penilaian yang lebih ekstrim akan muncul seputar tuduhan hubungan sangat dekat Bunda Putri dengan SBY. Bisa-bisa saja atau bukan tak mungkin sekarang ini telah terbersit dan tertanam pemikiran jika hubungan sangat dekat Bunda Putri dan SBY termasuk pula hubungan beraroma “Perselingluhan”

Salahkah muncul dan tersirat penilaian yang menduga adanya aroma hubungan “perse;ingkuhan” dibalik tudingan soal hubungan sangat dekat Bunda Putri dengan SBY ?

Tak salah jika hubungan sangat dekat Bunda Putri dengan SBY diintrepretasikan adanya hubungan “perselingkuhan”. Penilaian seperti itu tentu didasarkan pemahaman yang sangat sederhana. Tak mungkin Bunda Putri mempunyai pengaruh sebagaimana diungkapkan LHI, jika tidak ada hubungan spesial dengan SBY. Tak logika pula jika pejabat tinggi mau berkomunikasi dengan Bunda Putri, jika Bunda Putri bukan orang yang berpengaruh dan tidak punya hubungan yang sangat dekat dengan SBY. Dasar penilaian yang demikian muncul sebab SBY melalui pihak istana kepresidenan dengan tegas tak mau mengungkap sosok Bunda Putri kepada publik.









Minggu, 12 Mei 2013

Lufthi Hasan Ishaaq, Najis Berat Menodai PKS




Lufthi Hasan Ishaaq, Najis Berat Menodai PKS

Oleh : M Alinapiah Simbolon



Sebelum terungkapnya Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi,  PKS adalah salah satu partai politik yang dikenal relatif bersih dari hal-hal yang berkaitan dengan korupsi Eksistensi PKS pun begitu mantap di perpolitikan nasional. Masyarakat Islam yang berada di luar PKS, banyak yang bersimpati menjatuhkan pilihannya terhadap PKS dibandingkan partai politik berbasis Islam lainnya, karena menganggap PKS sebagai partai yang bersih dan komit memperjuangkan kepentingan ummat Islam. 

Terbongkarnya Kasus Korupsi Suap Kuota Impor Daging Sapi, yang menyeret Presiden PKS Lufthi Hasan Ishaq menjadi tersangka bersama orang kepercayaannya Ahmad Fathanah, drastis membuat perubahan besar pemikiran dan penilaian publik terhadap PKS. Eksistensi PKS pun langsung terganggu. Anggapan publik selama ini kalau PKS sebagai partai bersih dan komit memperjuangkan kepentingan ummat Islam dimentahkan oleh kasus tersbut. Bagai dihantam badai dahsyat, PKS jadi bulan-bulanan tudingan dan penilaian negatif.

Menghindari penilaian negatif, petinggi PKS pun berupaya maksimal memutus mata rantai untuk menghindari terpaan dahsyat terhadap PKS terkait Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi. Anis Matta yang diangkat sebagai Presiden PKS menggantikan Lufthi Hasan Ishaaq yang mengundurkan diri tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka, berupaya mengembalikan citra PKS. Pada pidato politik saat pengukuhannya sebagai Presiden PKS Anis Matta pun langsung melakukan manuver politik. Dia berakting dengan cara mencari kambing hitam terkait kasus yang melibatkan Lufthi Hasan Ishaaq. Tudingan adanya konspirasi pun keluar dari mulut Anis Matta, kendati tudingan konspirasi tersebut hanya sebatas tudingan tanpa bisa dibuktikannya. Anis Matta juga meluncurkan program “Tobat Nasional”, meskipun tak ada konteksnya bagi orang diluar PKS karena yang terlibat dalam Kasus Korupsi adalah oknum pimpinan PKS. 

Kendati berbagai cara dilakukan PKS untuk mengeleminir efek dari Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi, namun upaya pembersihan diri PKS dari kaitan dengan kasus itu tampaknya tak begitu efektif.  Sebab sudah menjadi preseden di negeri ini sejak dulu,  jika oknum yang terlibat berbuat salah, tetap saja dikaitkan dengan lembaga atau institusi dimana oknum bernaung atau menjabat. Apalagi saat berbuat salah, oknum tersebut menjadi pimpinan di lembaga atau institusi tersebut. Hal itu berlaku juga terhadap PKS tanpa terkecuali. Partai politik lain juga tak bisa mengelak atas berlakunya preseden tersebut, salah satunya adalah Partai Demokrat dengan sejumlah kasus korupsinya yang melibatkan politisinya. Itulah realita yang berlaku dan harus dihadapi PKS, meskipun Lufthi Hasan Ishaaq tak lagi menjabat Presiden PKS, ternyata tak memutus mata rantai kasus tersebut dengan PKS. Selama pemeriksaan kasus tersebut berjalan selama itu pula tudingan negatif mendera PKS. 

Ketika belakangan penanganan kasus itu semakin berkembang, maka semakin berkembang pula tudingan miring terhadap PKS. Terutama sejak KPK mengembangkan pemeriksaan dengan menjerat Lufthi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang, yang memicu terbongkarnya keberadaan asset-asset mewah milik Lufthi dan Fathanah, Sejak saat itu pandangan publik terhadap PKS semakin negatif. Bahkan muncul kecurigaan kalau permainan Lufthi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah sudah berlangsung lama sebelum kasus tersebut terkuat. Tak sebatas itu, muncul pula kecurigaan kalau PKS menerima aliran dana dari hasil korupsi yang dilakukan Lufthi dan Fathanah, dan jika itu memang terjadi maka PKS terancam eksistensinya.
Terkuak adanya keterlibatan sejumlah artis cantik diantaranya artis cantik Ayu Azhari, model majalah pria Vitalia Shesya, dan penyanyi dangdut Tri Kurnia Rahayu alias Nia Karina, (nama terakhir diketahui telah menjadi isteri siri Ahmad Fathanah), menerima aliran dana dan hadiah dari Ahmad Fathanah, tak ditampik menambah image buruk terhadap PKS. Mungkin karena masih dalam lingkaran kasus tersebut, maka tetap dikaitkan dengan PKS, meskipun aliran dana tersebut dari Ahmad Fathanah, bukan dari Lufthi Hasan Ishaaq dan wanita-wanita tersebut tak ada kaitannya dengan Lufthi Hasan Ishaaq.

Kemudian yang menambah kesalnya publik terhadap PKS, yakni terkait upaya pihak PKS menghalangi penyitaaan sejumlah mobil mewah yang diduga milik Lufthi Hasan Ishaaq yang berada di kantor DPP PKS. Apalagi terendus bahwa mobil-mobil mewah milik Lufthi Hasan Ishaaq tersebut sengaja dipindahkan ke Kantor DPP PKS karena sebelumnya dapat bocoran mobil-mobil tersebut akan disita oleh KPK.  Apapun alasan pihak PKS menghalangi penyitaan tersebut, yang pasti cara PKS itu menambah kebencian pubilk terhadap PKS. Ini menjadi nilai minus buat PKS karena publik melihat PKS menghalangi penegakan hukum terutama menghalangi upaya pemberantasan korupsi. 

Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi, adalah satu-satunya kasus korupsi yang menerpa eksistensi PKS karena melibatkan pimpinan tertingginya. Meskipun hanya diterpa satu kasus korupsi, namun kasus korupsi tersebut laksana telah menjadi najis atau kotoran yang menodai kesterilan PKS yang sebelumnya dikenal relatif bersih dari najis atau kotoran apapun. Bahkan kalau melihat sulitnya PKS menghindar dari persoalan yang berkaitan degan kasus tersebut alias sulitnya PKS membersihkan diri dari noda yang tertorehkan oleh kasus tersebut, maka pantas kasus itu diibaratkan najis yang mengkotori PKS tersebut dikategorikan sebagai Najis Mughallazah atau Najis Berat. 

Selanjutnya jika kasus itu dikonotasikan sebagai Najis Mughallazah yang mengkotori atau menodai kesucian PKS, maka yang pantas dianggap biang kerok pembawa Najis tersebut adalah Lufthi Hasan Ishaaq. Bahkan pantas juga Lufthi Hasan Ishaaq disebut sebagai Najisnya.  Persoalannya Lufthi Hasan Ishaaq lah yang berkaitan langsung dengan PKS dan bukan Ahmad Fathanah, kendati yang  paling berperan memperparah keadaan PKS terkait kasus itu adalah Ahmad Fathanah. Sebab Lufthi Hasan Ishaaq dijerat sebagai tersangka dengan terkuaknya kasus tersebut, berposisi sebagai orang yang ditauladani di PKS yakni sebagai pemimpin (imam) dengan jabatan Presiden PKS. 

Sangat disayangkan seorang Lufthi Hasan Ishaaq pernah jadi kader PKS dan pernah jadi Presiden dan politisi PKS. Jika tidak, mungkin PKS tak pernah terkena Najis Mughallazah alias Najis Berat bernama Lufthi Hasan Ishaaq, yang sulit dibersihkan kendati PKS telah berusaha keras untuk menyamaknya. (***)



Kamis, 09 Mei 2013

Gaya Cantik Jokowi, Menghindarkan Prilaku Korup




Gaya Cantik Jokowi, Menghindarkan Prilaku Korup

Oleh : M Alinapiah Simbolon


Joko Widodo Alias Jokowi memang sosok yang spektakuler. Apa yang dikerjakannya selalu menjadi entri poin serta kerap melahirkan apresiasi.  Dikenal dan tercap sebagai pemimpin yang pro rakyat adalah proses realita, dan tak dipoles dengan make up politik. Jokowi juga berupaya agar kepemimpinanya sebagai Gubernur DKI Jakarta tak punya celah, khususnya tak tercelah dari namanya prilaku korup. Transparansi di kepemimpinan dan perjalanan pemerintahan DKI Jakarta dibawah kendali Jokowi, nyata terlihat berjalan secara konsekwen dengan target untuk kepentingan masyarakat banyak. Kendati terkadang ada riak dan resistensi atas kebijakan Jokowi, namun sampai detik ini, tak secuil pun sikap dan kebijakannya mengandur unsur kepura-puraan.

Tekad Jokowi agar pemerintahan yang dipimpinnya bersih dan bebas KKN, terimplementasi  dengan gaya kepemimpinan Jokowi, dan juga tak terlepas dari dukungan gaya kepemimpinan partnernya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sinkronisasi antara Jokowi dan Ahok memimpin DKI Jakarta, terutama dalam hal terciptanya Good Government  (pemerintahan yang bersih), dan Good Governance (penyelenggara pemerintahan yang baik), memicu penilaian positif. 

Kalau ditelusuri, segenap kebijakan Jokwi, terlekat rambu-rambu agar terhindar dari prilaku korupsi. Muaranya untuk menciptakan Good Government  dan Good Governance. Lelang jabatan Satuan Kerja Perangkat Daerah, sebuah kebijakan yang dinilai innovatif, dan vested dari kebijakan lelang jabatan tersebut kental niat untuk membersihkan pemerintahan dan para pejabat dari prilaku korup. Malah masih dalam proses awal lelang jabatan, sudah ketahuan mana pejabat yang layak dan mana yang tak layak. Malah ada lurah yang masih menjabat terbongkar boroknya, awalnya karena sang lurah gerah dan memprotes kebijakan soal lelang jabatan tersebut. 

Transparansi penggunaan anggaran, dari awal juga menjadi komitmen Jokowi dan didukung deputinya Ahok. Selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok yang diberi kewenangan, juga melakukan sejumlah terobosan agar anggaran tak berpeluang digelapkan. Salah satu contoh adalah kebijakan Ahok yang me youtube kan setiap rapat, agar diketahui dan terinformasi ke publik.  DPRD DKI Jakarta pun tak berkutik ketika Jokowi dan Ahok tak memposisikan diri menjadi tukang lobbi dan berkongkalikong dengan DPRD, terkait sejumlah kebijakan yang  memerlukan permbahasan DPRD, salah satunya termasuk soal pembahasan R APBD yang diajukan pemerintah DKI Jakarta.

Soal Jalan Layang Non Tol kampung Melayu-Tanah Abang yang sempat dihentikan pengerjaannya juga merupakan sikap dan kebijakan Jokowi untuk menghindari agar kepemimpinannya dan pemerintahannya tak terjebak masalah. Sebab proyek senilai Rp 2.02 Triliun yang merupakan warisan pemerintahan sebelumnya diduga bermasalah karena tak selesai sampai batas waktu  pengerjaannya yaitu sampai akhir tahun 2012. Memang akhirnya, Jokowi memutuskan proyek tersebut dilanjutnya untuk kepentingan masyarakat, namun keputusan itu dilaksanakan setelah meminta pihak BPK dan BPKP melaksanakan audit. Setidaknya Jokowi berupaya agar masalah proyek Jalan Layang Non Tol tersebut, tak berimbas pada pemerintahan setelah dipimpinnya.

Gaya kemimpinan Jokowi sangat kental dengan sikap dan kebijakan penghindari hal-hal yang memberi peluang terjadinya prilaku korupsi. Dari sejumlah sikap dan kebijakan Jokowi yang demikian, yang menarik dan sangat patut jadi contoh adalah sikap Jokowi yang menyerahkan hadiah berupa Gitar Bas yang diterimanya dari personil band Metallica, Robert Trujillo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelum menyerahkan hadiah gitar bass bermerek Ibanez warna merah maron tersebut ke KPK Jokowi sebelumnya juga menyampaikan dan memperlihatkannya gitar bass bertuliskan pesan kepada publik. Tujuan sosok penggemar musik rock dan fans Metallica dari Amerika tersebut,  menyerahkan hadiah Gitar Bas bertanda tangan sang pemilik gitar bass, agar KPK menilai apakah hadiah tersebut termasuk gratifikasi atau tidak. Kalau tidak ada unsur gratifikasinya, akan menjadi milik Jokowi dan jika dinilai sebagai gratifikasi, maka akan disita oleh Negara.

Sikap Jokowi tersebut mendapat apresiasi ditengah rendahnya kesadaran pejabat publik untuk melaporkan ketika mendapat hadiah. KPK pun memberikan apresiasi atas sikap  Jokowi. Salah satu media portal Nigeria pmnewsnegeria.com juga memuji langkah Jokowi. Tulisan di media tersebut, menyebutkan Jokowi berbeda dibandingkan dengan pejabat lain, karena rela melaporkan hadiah gitar bas pemberian Robert Tujillo. Bahkan apa yang dilakukan Jokowi jauh lebih baik daripada pejabat di Nigeria.

Tak berlebihan kalau dikatakan gaya kepemimpinan Jokowi yang berorientasi menghindari peluang terjadinya hal-hal yang berkaitan dengan korupsi, salah satunya termasuk penyerahan hadiah yang diterimanya berupa gitar bass dari bassis band Metallica, sebagai gaya cantik dari seorang Jokowi. Kalau dianggap untuk mencari popularitas terkait penyerahan hadiah gitar bas tersebut, sangat tak mungkin. Sebab segala sikap dan kebijakan seorang Jokowi sebelumnya, sudah teruji tak terindikasi semata-mata bertujuan mencari popularitas. Terlepas kalaupun ada yang menilai miring, yang pasti penyerahan hadiah gitar bas tersebut, dinilai sebuah keputusan yang cantik dari seorang Jokowi yang dikenal pro rakyat. (***)

Klik dan Baca Artikel ini di :


Running Teks ANTARA


Berita Terkini dari ANTARA